DENDY PRIMANANDI 's BLOG



        Fabric is a useful resource, and some cloth on an old garment can be reused and made a lot of other things. With a used clothing store and then turn it into other useful objects, we can still have the coolest parts of the clothing, save resources and costs, have a cool new stuff that we really need, and learn how to make things and develop our creativity.

So What can we do with them??
Read More …

Berikut adalah berita online mengenai Festival Busana Daur Ulang atau "Recycle Fashion Contest" yg kemarin diadakan tgl 8 Juni 2013 yg saya ambil lsg dr situs www.pasti.co.id : (Tentunya dgn izin sama admin yg bersangkutan)
Ini dia beritanya



BANJARMASIN,PASTI@- Fashion contest dengan pakaian yang trendi & model yang up to date mungkin sudah biasa anda lihat, tapi pernahkah terbayang di benak anda ada acara fashion contest dari pakaian yang terbuat dari sampah/limbah bekas?
Ya, inilah yang terjadi di tepian siring sungai Martapura, kemarin sore (8/6). Green Ambassador Association yang berada dibawah naungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Banjarmasin mengadakan Greentainment 2013, dengan mengusung Recycling Fashion Contest (RFC) sebagai acara utama. Kontes ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori A untuk umur 3 – 13 tahun dan kategori B umur 14 – 23 tahun.
Acara dibuka dengan pelepasan burung Merpati oleh Kepala BLH Kota Banjarmasin, Drs. H. Hamdi dan Hegas Wahyu Hidayat, mantan direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).
Dalam sambutannya, Drs.H. Hamdi mengatakan acara ini adalah bentuk implementasi terhadap kepedulian lingkungan. Ia juga menambahkan, tahun depan kontes serupa akan dikembangkan lebih luas karena melihat antusiasme peserta yang cukup tinggi.
‘Bagi para juara akan ditampilkan kembali di depan Menteri Lingkungan Hidup yang rencananya akan datang pada tanggal 1 juni mendatang, ” ujarnya untuk memacu semangat para peserta kontes.
Rani, salah satu orang tua peserta mengatakan acara ini sangat bagus untuk mengasah kreatifitas sekaligus memanfaatkan limbah bekas yang tidak terpakai.
“Anak saya juga dilibatkan dalam proses pembuatannya, sehingga dia lebih antusias untuk mengikuti kontes ini, ” tambah ibu satu anak ini.
Ditemui di sela-sela acara, ketua panitia Greentainment 2013, Arafat Al Halli mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan kontes ini jauh-jauh hari sebelumnya untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada 20 April lalu. Namun, karena waktu yang sempit sehingga ditunda menjadi bulan juni sekaligus memperingati hari lingkungan hidup sedunia.
“Hari lingkungan hidup biasanya cuma diperingati dengan penanaman pohon dan bersih-bersih sampah, kita disini ingin mengkampanyekan go green tapi dengan konsep yang menghibur, makanya dinamakan Banjarmasin Greentainment 2013, ” ujarnya.
“Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang antusias dengan acara ini dan bukan tidak mungkin acara serupa diadakan kembali tahun depan dengan mengusung konsep festival jalanan seperti Jember Fashion Carnaval, ” jelasnya.
Ia juga menghimbau dalam momentum meperingati hari lingkungan hidup kali ini, masyarakat supaya lebih peduli terhadap lingkungannya. Sesuai tema acara “ubah pola perilaku dan konsumsi” masyarakat diharapkan bisa memanfatkan limbah sampah yang biasanya dibuang begitu saja. Karena menurutnya, kesadaran masyarakat masih sangat kurang, terbukti dari bertumpuknya jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kalau masyarakat bisa menerapkan pola 3R (Reduce, Reuse & Recycle) pasti volume sampah yang sampai di TPA bisa semakin berkurang.  ” tambahnya.
Selain fashion contest, acara ini juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi dan pertunjukan perkusi oleh Borneo Lady Percussion (BLP).
Penulis: Angga
Read More …

     



      A total of seven schools that are members of the "Teen Ministry of  Environment team" or in Bahasa "Kementerian Lingkungan Hidup Remaja (KLHR)" 2014, here are some of their projects that I will present in this blog. Before we look at their project further, back I would explain that this is KLHR initiation or a team formed by the Green Ambassador Association (GAA) in which the concept is referring to the Ministry of Environment of the Republic of Indonesia.
Read More …

We are ASEAN Youth
       We’re worried that our ASEAN’s youth still lack awareness skills and knowldege to compete facing ASEAN Economic Community (AEC) this year. We will facing it by the end of this year. We just need more spirit, more education and training. As we know, from 600 million, there are fully 60 percent of ASEAN’s population are youth.
      
      The four ASEAN countries which have gross domestic product per capita values higher than the ASEAN average of US$3,770 are Singapore, Brunei, Malaysia, and Thailand. Despite countries such a the Philippines and Vietnam recording lower-than-average GDP per capita values of US$2,765 and US$1,911 respectively, these countries have shown consistent positive growth over the years (establishmentpost.com). It is critical to know what AEC is and understand how it will affect Indonesia as well as the other nine countries. One advantage of an integrated economic community is that movement of goods, services, investments and professionals will be much easier. However, this doesn’t mean that ASEAN countries will be treated as one. Each country is free to have its own regulation related to their local domestic movement.

Read More …